Tidak hanya pada bank, website atau juga server Bitcon saja, banyak penjahat siber yang juga mengincar jaringan yang digunakan untuk permainan poker online. Ada satu kejadian beberapa waktu lalu di mana Party Poker atau salah satu dari jenis poker online yang populer di Eropa mendapatkan serangan mendadak dari para peretas.

Dalam aksinya tersebut, para peretas membuat server dari Party Poker lumpuh sementara dengan menggunakan serangan  Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan tersebut dilakukan oleh para peretas pada tabggal 9 Agustus 2018  pukul 4 sore waktu setempat dan membuat layanan serta apapun yang dimiliki pihak pengelola Party Poker menjadi terganggu.

Dalam akun Twitter resminya, pihak Party Poker mengatakan bahwa memang ada masalah yang sedang terjadi pada server mereka, namun akan segera diselesaikan dalam waktu secepatnya.

“Kita telah mengalami masalah, tapi saya sangat percaya tim kami dapat menyelesaikannya dengan baik dan membuat segalanya kembali normal. Kita meminta maaf kepada semua pihak atau ketidaknyamanan ini dan akan segera membuat update terbaru terkait dengan Party Poker,” tulis pihak Party Poker dalam akun Twitter resmi mereka.

Tentunya dengan serangan seperti ini maka membuat komunikasi antara pihak penyedia layanan, dalam hal ini party Poker, dengan para pemain menjadi terganggu. Bahkan segala permaianan yang pada waktu itu sedang berjalan juga akan terkendala. Para peretas menggunakan DDoS ini untuk membuat server kelebihan beban dan membuatnya berjalan sangat lamban atau bahkan akhirnya mati. Untuk itu, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya ketika sebuah server sudah diserang menggunakan DDoS.

Party Poker

Memang pada dasarnya semua website yang dikelola secara profesional, sudah dilengkapi dengan pengaman yang berlapis, namun ada kalanya justru DDoS ini mampu membuat sistem sekuritas web menjadi jebol. Terlebih lagi jika ada celah yang dapat dimasuki dan dimanfaatkan oleh para peretas, seperti yang dimiliki oleh website Party Poker tersebut. Dikarenakan serangan cukup telak, maka pihak Party Poker mengatakan bahwa mereka cukup kesulitan untuk membuat web kembali normal.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kita mengalami masalah teknis yang cukup sulit. Kita bekerja keras untuk menyelesaikannya. Situs telah menjadi sasaran dari serangan DDoS. Kita berharap dapat kembali normal secepatnya dan kita akan memberikan segala informasi terkait dengan hal ini sebisa mungkin. Terima kasih atas segala kesabaran dan perhatian Anda,” tulis pihak Party Poker kembali di akun Twitternya.

Setelah menuliskan twit tersebut, pihak Party Poker langsung tutup lebih cepat dan beberapa jam setelahnya, tetap melalui akun Twitternya, pihak Party Poker masih menginformasikan bahwa tim IT mereka masih belum mampu membuat segalanya menjadi kembali normal dan akan terus mengusahanannya.

Dikarenakan hal itu, pihak pengelola Party Poker harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Bahkan mereka juga mengembalikan uang dalam jumlah besar kepada para pemain yang sudah menyetorkannya sebelumnya sebagai taruhan atau sejenisnya.

Lama berselang, setelah serangan DDoS tersebut, pada akhirnya pihak manajemen atas dari Party Poker menyatakan bahwa mereka sampai sekarang belum dapat mengembalikan layanan seperti sedia kala. Walaupun begitu mereka akan terus berusaha semaksimal mungkin. Pihak Party Poker juga meminta maaf karena imbas dari serangan DDoS tersebut membuat mereka dengan terpaksa harus meniadakan turnamen yang sudah dijadwalkan akan digelar pada tanggal 9 Agustus 2018 kemarin.

Comments (2)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *